Negeri di Ambang Kehancuran

Menurut perkiraan pakar ekonomi, tahun ini pertumbuhan ekonomi sedikit melesu dan turun dibanding tahun sebelumnya, yaitu dibawah 7% atau tepatnya sekitar 5%. Terus terang, angka tersebut gak begitu mengerti buat saya terhadap apa gejalanya yang bisa dilihat dikehidupan sehari-hari karena perasaan tahun kemaren dan tahun ini sama sulitnya. Sembako mahal, gaji segitu aja. Sekalipun gaji ada sedikit kenaikan, gak bakal bisa mengimbangi biaya kebutuhan pokok sehari-hari yang kenaikannya bikin pusing kepala.

Bagi mereka yang tidak memiliki mata pencaharian tetap, tentu saja hidup akan semakin sulit. Segala cara ditempuh biar dapur tetap ngebul (istilaha mereka). Dari yang nekat jadi pengedar narkoba, aksi begal yang kian marak dan bengis, jual beras plastik biar dapat untung gede, gali lobang caru batu cantik dan mahal (kalimaya, bacan dan sejenisnya), berburu batu akik fosil kayu, prostitusi dan judi online dan macam-macam lainnya. Sebagian merupakan ekonomi kerakyatan musiman, yang lainnya ekonomi kerakyatan moral degradation (rusak moral). Tak kalah saing, para pejabat dan oknum kepartaian juga coba merampok uang rakyat untuk kekayaan pribadi dan kelompoknya.

Pondasi negeri ini benar-benar sudah diambang kehancuran. Hanya kaum borjue yang berhak hidup layak dinegeri ini. Rakyat cukup jadi penonton, pengemis dan asessoris mainan mereka. Memang tidak semua. Tapi negeri ini berpenduduk besar dan sebagian besar mereka dibawah rata-rata kehidupan layak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: