Mudahnya Koperasi Langit Biru memakan korban hingga trilyunan rupiah

Di jaman yang serba mahal, sedikitnya lapangan pekerjaan, pengganguran yang tinggi serta moral yang rusak dari tingkat pejabat hingga masyarakat golongan bawah, berbagai cara dilakukan untuk tetap survive dan bahkan dapat hidup mewah tanpa memperdulikan azas ekonomi yang sehat dan fair. Dan ini terjadi di semua belahan bumi ini dengan berbagai metode dan trik.

Tak terkecuali dengan apa yang terjadi pada pendiri serta managemen Koperasi Langit Biru yang dipimpin langsung oleh Ustadz H. Jaya Komara yang menghimpun dana dari masyarakat dalam janji sebuah investasi yang berlandaskan syariah.

Sekalipun telah menyandang gelar dan tokok keagamaan di wilayah setempat, tetap saja seseorang tidak akan perduli konsekuensinya jika dibandingkan urusan dunia.

Dengan mempromosikan usaha penjualan daging dan bagi hasil, akhirnya dibuatlah sistim investasi menggunakan sistim matrix atau MLM agar dapat menggaet calon investor sebanyak-banyaknya.

Mereka sudah tidak lagi memperhatikan nilai kepatutan dari suatu usaha dan hasilnya, yang penting dana terus masuk.
Sekalipun dana yang terkumpul menjadi bertumpuk-tumpuk dan mencoba melakukan ekspansi usaha, ini bukanlah hal yang mudah untuk mendapatkan bagi hasil sesuai yang dijanjikan, apalagi jika bagi hasil yang dijanjikan terlalu menggiurkan seperti 10% perbulan dari nilai investasi, mendapatkan mobil/motor, umroh dan lain-lain seperti yang dilakukan Koperasi Langit Biru yang berlokasi di daerah Cikasungka, Solear, Tangerang.

Ustadz Jaya Komara yang dulu nyambi ojek serta aktif di kegiatan keagamaan, akhirnya berubah drastis statusnya. Bahkan tidak hanya memiliki harta yang berlimpah, istripun bertambah lebih dari 3 orang.

Di negeri ini, mudah sekali bagi seseorang yang memiliki gelar dan status keagamaan menggaet sejumlah massa untuk tujuan bisnis/usaha, tanpa memandang pengalaman, intelektual dalam berbisnis, serta history dalam berbisnis.

Dan ini menjadi ladang yang subur bagi Ustadz Jaya Komara untuk mensiasatinya, hingga akhirnya investor tidak mendapatkan apa yang telah dijanjikan dan sang Ustadz kabur entah kemana.

Pada akhirnya, investor yang tidak dapat berpikir jernih gigit jari, dan menunggu sang Ustadz di hari kiamat guna pertanggung jawaban.
Kalo pertanggung jawaban di dunia, sulitlah. Uang bisa ada dimana-mana, bahkan kemungkinan dapat terjadi kolusi antara aparat dah sang Ustadz sehingga nasabah tetap gigit jari dan sang Ustadz bebas dari pengembalian kewajiban terhadap investornya.

“Win-win” solution antara sang Ustadz dah Aparat bisa terjadi. Well…dana yang berkisar 6 trilyunan…..siapa yang tak tergiur????
Tapi, mudah2an aparat kita tidak seperti itu dan betul2 mengusut kasus dengan tuntas tanpa mencari keuntungan pribadi.

Keuntungan pribadi tidak hanya terjadi pada sang Ustadz… tapi sejumlah karyawannya.

Banyak karyawan yang dulunya tinggal dikontrakan, hanya dalam beberapa bulan telah memiliki rumah mewah dan mobil, bahkan tanah yang berkavling-kavling.

Apakah sang Ustadz tidak tahu dengan kegiatan karyawannya???
Tidak mungkin, justru sang Ustadz membiarkan semua itu agar modus operandi dia tetap aman. Ya,… sang Ustadz, managemen, dan karyawan telah bersama-sama memperdayai investornya.

Tinggal investor yang harus cerdik dan bersatu jika ingin uang mereka kembali.
Mereka harus membuat ikatan hukum yg kuat atas seluruh nasabah kemudian melacak semua harta, uang, rekening, barang bergerak dari sang Ustadz hingga karyawannya. Telusuri hingga ke sanak-saudara, karena bahkan pacar dari anak sang Ustadz pun dibelikan/dititipkan sebuah Honda Jazz.

Perhatikan saja karyawan yang banyak berlokasi di perumahan disekitar Koperasi Langit Biru….dan tanyakan kondisi mereka terdahulu kepada tetangga setempat. Mereka akan terkejut jika yang dulunya rumahnya gubuk, tidak ada pekerjaan, masih mengontrak, tiba-tiba menjadi OKB (orang kaya baru). Dan inilah uang para investor yang sama-sama dirampok oleh para pengelola dan karyawan Koperasi Langit Biru.

2 Comments »

  1. sukma said

    tai kucing!!!!!! penipu…..

  2. Anonymous said

    surga org yg mau berbuat jahat ya di sini … krn hukum bisa dibeli ! Tuntaskan dana milik investor semua dan hukum mereka atau investor yang menghakimi mereka !!!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: