Antrean Qurban tak perduli dengan Hujan

Rintik-rintik hujan yang mulai turun semakin lebat tidak membuat Suratni (70), warga Citayem, batal mengantre daging kurban di Mabes Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/12). Ibu tiga anak ini tetap setia berdiri di depan loket pembagian daging yang tak kunjung dibuka sejak pukul 08.00.

“Saya jarang-jarang bisa makan daging kambing, apalagi sapi. Makanya dibela-belain,” ujarnya.

Bersama empat orang temannya, Suratni menempuh perjalanan panjang dari rumahnya. Mereka berangkat menggunakan kereta api dari Stasiun Kereta Api Citayem menuju Stasiun KA Pasar Minggu sekitar pukul 06.00. Dari Pasar Minggu, mereka harus naik Metromini jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, dan turun di Polda.

Ibu yang sehari-hari berjualan air mineral ini mengaku tidak memiliki uang jika harus menggunakan bus, yang ongkosnya Rp 15.000.”Semoga saya kebagian, ya,” ujarnya.

Sementara itu, Tasumi (60), warga Setiabudi, sudah bersiaga dengan topi bambunya saat mengantre siang ini. “Aku kalo kena hujan bisa mumet. Makanya aku pakai topi ini,” ujar Tasumi sambil menunjuk topinya.

Berbeda dengan Suratmi, Tasumi mengaku baru saja datang ke lokasi pembagian daging kurban. “Yang penting aku sudah dapat kupon dari pak polisi,” katanya.

Tasumi berencana, daging yang nanti dia dapat akan olah menjadi daging goreng kesukaan anaknya, yang bekerja menjadi tukang sapu di Polda Metro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: