Mata keranjang yang Wanprestasi!

Barack/Husein Obama, walau hitam tapi diidola dan dielukan orang sejagad raya, karena sukses menjadi Presiden AS ke 44.
Tapi hitamnya Kusen, 35, Banyuwangi, justru dikutuk banyak orang. Pasalnya, sudah jelas perkosa bini orang, eehh…malah berkelit kalo itu tidak demikian, tetapi sekedar wanpretasi mata kranjang!

Biasanya profesi sopir truk, cenderung melakoni kehidupan seks secara awut-awutan.
‘Gituan’ dgn bini kapan aja ok m’lulu, tapi dengan ‘warung remang-remang’ jarang nolak. Bahkan beberapa ‘cewek remang-remang’ sering juga diangkut dalam bak truknya dan kemudian seperti ‘cacing kepanasan’. Sementara sang kernet yg jagaian ganjelan ban truk, boro-biri dibagi, inget aja nggak!
Makanya tidaklah heran, jika bak truk belakang sering ada tulisan : Sopir bercinta, Kenek menderita!

Tabiat in pula yg ada pada Kusen, sopir truk dari Desa Kebondalem Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi (Jatim).
Kehidupan dunia supir yg jarang mandi, membuat prilaku libido-nya sedikit nyeleneh dan buas!.
Tak cukup dengan istrinya, ‘hidangan reman-remang’ yang empat sehat lima gata-gatal ini, diembat juga.
Baginya selain rasa, suasana juga penting…termasuk suasana Neraka!

Apalagi saat itu sang istri lagi ‘berhalangan’, membuat libidonya seperti mau pecah kepala, maka tak ayal ketika dia melihat Yayuk, 24, wanita kenalan lamanya yg sudah berkeluarga langsung saja dicegat.
Bini Wiyono, 32 thn ini hendak berangkat kerja.
Entah setan dari kampung mana datang dalam hatinya, Yayuk langsung diseret dan dipaksa masuk ke sebuah rumah kosong.
Di situlah aksi brutal biologis Kusen dilampiaskan pada Yayuk.

Ngawur banget emang sopir truk keling satu ini. Tidak hanya sekali Yayuk melayaninya, tapi ia juga disekap hingga sore hari.
Nah, selama hampir 12 jam itulah istri Wiyono diperlakukan bak martabak telor di alun-alun lor Yogya saat sekaten.
Dibolak-balik, dibanting dan diputer. Dan ini belum termasuk remasan lho!
Ya…berbagai gaya dan selera diterapkan Kusen.

Barulah sekitar pukul 6 sore, Yayuk dilepaskan.
Dengan termehek-mehek, maklum seharian melayani si keling yang kuat luar biasa bagaikan Mbah Maridjan yang roso-roso itu, Yayuk melaporkan kejadian ini pada sang suami.

Wiyono langsung mencak-mencak. Mereka langsung berangkat menuju Polsek Rogojampi mengadukan Kusen.
Ironisnya sang sopir keling ini justru santai saja, malah mengaku Yayuk adalah mantan pacar lamanya. “Saya memang berjanji memberinya Rp 100.000,- tapi belum saya bayar. Jadi ini kan hanya wanpretasi (ingkar janji),” ujarnya cengengasan.

Eeee dasar…udah keling, dekil belagu lagi. Kaya’ pengacara saja.

3 Comments »

  1. omiyan said

    hahahahaha yang penting rasanya itu…awalnya enak udahnya enek alias gt gt hahahahah

  2. johnny said

    Awj0Hs Thanks for good post

  3. bunda imut said

    idup lagii…g da pancasilanya nie orng…yg da cuma garudanya doank…weleh…weleh

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: