Kekerasan di bangku SMA

Baru-baru ini sebuah berita santer, bagaimana sebuah SMA negeri ternama di Jakarta yang salah satunya SMA 70 melakukan aksi pemerasan terhadap adik kelasnya terutama siswa kelas satu.
Hal ini juga dipublikasikan dalam salah satu acara televisi swasta baru2 ini.

Bayangkan para senior kakak kelas mereka yang biasa disebut “agit” atau jika dibalik menjadi ‘tiga’ meng-sms para adik kelas agar menyetor sejumlah uang dari ratusan ribu hingga jutaan.
Dalam adegan video yang ditampilkan salah satu TV tersebut, menampilkan bagaimana aksi para pelajar ini terhadap para adik kelas mereka.
Sang orang tua dari siswa yang terkena unsur pemerasan tersebut telah melaporkan hal tersebut ke kantor Polisi, tetapi tindak lanjut dari laporan tersebut mengambang tanpa berita.

Dari kasus ini dapat kita gambarkan, bagaimana calon2 pemimpin bangsa ini di masa depan.
Walaupun ini tidak memiliki data statistik tentang persentase kekerasan tersebut, tetapi hal ini akan memberikan kontribusi sendiri dalam perilaku dan mental para anak bangsa negeri ini.

Tidaklah heran jika kita melihat aksi tawuran dan kekerasan para siswa kerap terjadi di indonesia, sebagaimana para pemimpin kita yang ada pada saat inipun kerap melakukan hal tersebut, terutama jika terjadi pemilihan pemimpin baik didaerah maupun di pusat.

Ibarat pepatah ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’, maka sudah selayaknya bangsa ini berbenah diri mulai dari sekarang.
Seperti contoh kasus diatas, hendaknya dinas-dinas terkait seperti dinas kependidikan segera mengambil langkah dalam bertanggung jawab dalam menata sistem pendidikan di negeri ini.
Tidak hanya memikirkan bagaimana proses ujian akhir yang diterapkan secara merata pada seluruh sekolah, atau demo menuntut kesejahteraan para guru (yang walaupun demikian, tetap saja pelamar dibidang ini semakin tahun semakin bertambah) ataupun lainnya.

Selain itu, saat ini biaya dunia pendidikan saat ini memerlukan biaya yang sangat tinggi baik dari SD hingga Perguruan Tinggi. Jadi apa yang sering kita dengar biaya pendidikan murah, layak dipertanyakan.
Setiap semester buku-buku panduan selalu berubah dan tidak akan sama dengan tahun sebelumnya yang tentunya ini menjadi bisnis yang mengiurkan bagi setiap sekolah tersebut, belum lagi sejumlah sumbangan yang harus dibayarkan para siswa seperti uang perbaikan/perawatan gedung sebesar ribuan rupiah perminggu dan bentuk ‘Pemerasan Intelektual‘ yang dilakukan para pengayom dunia pendidikan.

Jadi sudah lengkaplah bobroknya bangsa ini, baik dari generasi terdidik maupun pendidik serta instansi terkait hingga ke pusat.

Kalau kita melihat iklan TV yang mengatakan bahwa buku kurikulum bisa dicetak ulang, tetap saja mereka tidak mengerti bahwa, kenapa setiap semester/tahun pendidikan semua buku berubah?
Sepertinya, kurikulum pendidikan ini ‘selalu naik/berubah’, padahal daya saing para pencari kerja asal negeri ini jauh dibawah tenaga kerja negara tetangga.
Inilah bentuk ‘Pemerasan Intelektual’ yang dilakukan para pendidik kita saat ini, dan suka atau tidak suka akibat semua ini akan tertular kepada para anan didik saat ini.
Tidaklah perlu bukti logis untuk hal ini, karena kita adalah orang yang beragama dan mengerti apa yang agama ajarkan pada kita.

Mari kita serukan para anak didik, tenaga pendidik dan instansi kependidikan untuk berubah dari sekarang.
Sangat ‘genius’ jika mereka bersembunyi dibalik ‘diperlukan control dan pengawasan orang tua atau ini juga tugas orang tua’.
Tentu saja orang tua wajib mengontrol perilaku anaknya, tetapi mereka harus sadar jika mereka telah memberikan ‘Pendidikan 6 jam’ terhadap ‘Pemerasan, korupsi dan tindakan kekerasan’

1 Comment »

  1. Ucup said

    Msh Smu aja udh pkai kkrasn apa lg jd pejabat nantiny

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: